Tutorial Belajar PHP Part 13 – Mengenal Logika Percabangan IF – ELSE di PHP

Selamat datang di warung belajar, dalam kesempatan kali ini kita akan melanjutkan seri tutorial PHP, sampai di part 13, pada tutorial ini kita akan belajar mengenai Logika Percabangan IF – ELSE di PHP.

Untuk Logika percabangan di PHP anda dapat menggunakan beberapa perintah, salah satunya adalah IF – ELSE ini, meskipun nanti kita juga akan dapat menggunakan switch yang nanti akan kita pelajari di tutorial selanjutnya.

Logika percabangan IF – ELSE ini mengatur apakah sebuah perintah dalam code dijalankan atau tidak, tergantung kondisi yang ditentukan.

 

Penulisan Struktur IF – ELSE dalam PHP

Nah contohnya seperti ini, ada sebuah soal cerita yang ingin kita jadikan kode program, Pada mata kuliah pemrogaman web, mewajibkan mahasiswa mendapatkan nilai diatas 75 jika ingin lulus dari mata kuliah tersebut.

Nah masalah diatas bisa kita tuliskan codenya dengan menggunakan menggunakan Logika percabangan IF – ELSE.

Sekarang kita pahami dulu bagian mana yang bisa kita gunakan untuk melakukan pengecekan kondisi, yang membuat mahasiswa tersebut dikatakan lulus atau tidaknya dari matakuliah tersebut.

Ya benar, yang dijadikan pengecekan kondisinya adalah nilai  matakuliah tersebut, jika mahasiswa mendapatkan nilai diatas 75 maka dianggap lulus di mata kuliah pemrogaman web, tetapi jika ternyata nilai yang didapat lebih kecil sama dengan 75 maka mahasiswa itu tidak lulus dari mata kuliah tersebut.

Maka perhatikan skripnya seperti dibawah ini :

Keterangan :

  • Pada Line 2 kita deklarasikan variabel $nilai dengan value 80
  • Pada Line 3 kita gunakan perintah if($nilai > 75), kalau menggunakan bahasa kita, itu seperti pertanyaan “Apakah nilainya lebih dari 75 ?
  • Logika percabangan IF akan mengembalikan return nilai TRUE jika kondisi logika benar (Line 3), kalau melihat contoh diatas, variabel $nilai = 80, dan ketika dicek di Line 3, hasilnya Benar kan, karena value variabel $nilai lebih dari 75, maka program akan menjalankan kondisi ketika TRUE yaitu statement di Line 5, sehingga menampilkan tulisan “Selamat Anda Lulus”.
  • Tetapi jika pengecekan pada Line 3 itu FALSE, semisal value dari variabel $nilai adalah 60, berarti pengecekan di Line 3 FALSE kan ? karena value dari variabel $nilai tidak lebih dari 75, maka akan menjalankan perintah program saat kondisi FALSE, dalam contoh diatas adalah di Line 9
  • Jadi intinya di Line 3 melakukan pengecekan, jika hasil pengecekan benar, maka akan menjalankan kondisi jika TRUE di Line 5, tetapi jika pengecekannya salah, maka akan menjalankan perintah di kondisi FALSE yaitu di Line 9

 

Contoh berikutnya kita akan belajar logika login dengan memasukkan username dan password, perhatikan skrip dibawah ini :

Keterangan :

  • Pada Line 2 kita buat variabel $username dengan value “admin”, dan Line 3 kita buat variabel $password dengan value “1234”
  • Pada Line 4 kita lakukan pengecekan pada 2 variabel itu, kalau bahasa kita artinya “Apakah nilai dari variabel $username = admin dan nilai dari variabel $password adalah 1234”, jika benar maka akan menjalankan statement di Line 6 (menampilkan tulisan Berhasil Login), jika salah menjalankan statement di Line 10 (menampilkan tulisan Gagal Login)

 

 

Aturan Penulisan Struktur IF Pada PHP

Penulisan struktur if pada PHP adalah seperti berikut ini :

Keterangan :

  • Expression adalah logika yang akan dicek, expression ditulis di dalam tanda kurung, tanda kurung tidak diakhiri oleh tanda titik koma ( ; )
  • Jika Expression bernilai TRUE, maka akan menjalankan statement, dan diakhir dari statement diakhiri dengan tanda titik koma ( ; )

Pada contoh struktur diatas statementnya hanya satu baris, jika anda ingin menuliskan statement lebih dari satu baris maka tuliskan statement diantara tanda kurung kurawal pembuka ( { ) dan penutup ( } )

Keterangan :

  • Terlihat statement 1 dan statement 2 ditulis diantara kurung kurawal pembuka dan tanda kurung penutup, tanda kurung kurawal tersebut yang akan menginformasikan pada PHP kalau blok statement ini yang akan dijalankan saat expression bernilai TRUE.

Berikutnya anda juga dapat membuat logika IF bercabang, jika memang masalah yang dihadapi mengharuskan anda membuat IF didalam IF.

Strukturnya adalah sebagai berikut :

Pada contoh diatas secara sederhanya adalah kita membuat IF didalam IF biasanya kita sering menyebutnya nested, yang perlu anda perhatikan adalah tempat penulisan dari expression dan penggunaan kurung kurawalnya harus tepat.

Selain cara penulisan diatas, anda bisa menggunakan cara alternatif dari penulisan logika IF, dengan mengganti kurung kurawal pembuka dengan tanda titik dua ( : ) dan tanda kurung kurawal penutup dengan tulisan endif;

 

Aturan Penulisan Struktur IF-ELSE Pada PHP

Setelah di bagian sebelumnya kita telah mempelajari bagaimana struktur dari penulisan IF, kali ini kita akan membahas struktur penulisan IF – ELSE pada PHP, Strukutur penulisannya adalah sebagai berikut :

Keterangan :

  • Secara struktur hampir sama, pengecekan kondisi akan dilakukan di perintah if, expression dituliskan didalam tanda kurung, jika bernilai TRUE maka akan menjalankan statement_1, tetapi jika pengecekan expression bernilai FALSE maka akan menjalankan statement_2

Jika stetament hanya satu baris bisa menggunakan struktur diatas, tetapi jika statement lebih dari satu baris, anda bisa menggunakan tanda kurung kurawal.

Keterangan :

  • Jika statement lebih dari satu baris baik itu ketika expression  bernilai TRUE ataupun FALSE, anda bisa menuliskannya diantara tanda kurung kurawal pembuka dan penutup.

 

Alternatif Penulisan Struktur IF – ELSE, anda bisa menggunakan tanda kurung kurawal dengan mengggunakan tanda titik dua ( : ), dan untuk akhir dari IF – ELSE gunakan perintah endif;

 

 

Mengenal Struktur ELSE – IF pada PHP

Jika di bagian sebelumnya kita sudah belajar mengenai Struktur logika dari IF serta IF – ELSE, dalam bagian ini kita akan membahas mengenai struktur logika ELSE IF.

Sebenarnya ELSE – IF adalah kelanjutan dari struktur dari IF – ELSE, ELSE – IF diletakkan antara penulisan IF dan ELSE.

Jika dalam struktur IF – ELSE hanya terdapat 2 kemungkinan, kalau gak TRUE ya false, kalau bukan statement TRUE yang dijalankan, berarti ya statement FALSE di bagian ELSE yang dijalankan.

Lalu bagaimana kalau ternyata ada beberapa kemungkinan yang terjadi, tidak hanya TRUE dan FALSE.

Contohnya :

Kita akan membuat sebuah aplikasi sederhana untuk mengetahui kategori nilai yang didapatkan oleh siswa,

  • Nilai Antara 91 – 100 = A
  • Nilai Antara 81 – 90 = B
  • Nilai Antara 61 – 80 = C
  • Nilai Antara 41 – 60 = D
  • Nilai Antara  0 – 40 = E

Maka skripnya adalah seperti berikut ini :

Keterangan :

  • Pada line 2 kita buat variabel $nilai dengan value “81”
  • Pada Line 3 kita melakukan pengecekan value variabel $nilai dengan menggunakan perintah IF, karena ini adalah pengecekan expression pertama, pengecekannya adalah “Apakah value variabel $nilai lebih dari 90 dan kurang dari 101 ?“, jika ya maka menjalankan statement di Line 5, dan mengisi variabel $hasil dengan value A
  • Pada Line 7 kita melakukan pengecekan value variabel $nilai dengan menggunakan perintah ELSEIF karena bukan expression pertama, pengecekannya adalah “Apakah value variabel $nilai lebih dari 80 dan kurang dari 91 ?“, jika ya maka menjalankan statement di Line 9, dan mengisi variabel $hasil dengan value B
  • Pada Line 11 kita melakukan pengecekan value variabel $nilai dengan menggunakan perintah ELSEIF, pengecekannya adalah “Apakah value variabel $nilai lebih dari 60 dan kurang dari 81 ?“, jika ya maka menjalankan statement di Line 13, dan mengisi variabel $hasil dengan value C
  • Pada Line 15 kita melakukan pengecekan value variabel $nilai dengan menggunakan perintah ELSEIF, pengecekannya adalah “Apakah value variabel $nilai lebih dari 40 dan kurang dari 61 ?“, jika ya maka menjalankan statement di Line 17, dan mengisi variabel $hasil dengan value D
  • Pada Line 19 kita melakukan pengecekan value variabel $nilai dengan menggunakan perintah ELSEIF, pengecekannya adalah “Apakah value variabel $nilai lebih dari sama dengan 0 dan kurang dari 41 ?“, jika ya maka menjalankan statement di Line 21, dan mengisi variabel $hasil dengan value E
  • Jika value variabel $nilai ternyata setelah dicek dengan beberapa perintah IF dan ELSEIF pada line 3, 7, 11, 15, 19, dan ternyata masih false, maka akan menjalankan statement di Line 25
  • Sehingga dari kondisi diatas jika variabel $nilai memiliki value 81, maka akan menjalankan statement di Line 9, sehingga yang tampil di browser adalah : Nilai Anda masuk dalam kategori B

 

 

Aturan Penulisan ELSE-IF dalam PHP

Pada PHP anda dapat menuliskan struktur ELSE-IF dengan syntax elseif ( tanpa menggunakan spasi ), struktur penulisan dari ELSE-IF adalah sebagai berikut :

Keterangan :

  • Secara sederhana posisi elseif itu diletakkan antara perintah if dan perintah else

Alternatif penulisan struktur ELSE-IF adalah dengan mengganti kurung kurawal pembuka dengan tanda titik dua ( : ) dan sebagai penutup dari perintah else gunakan perintah endif;

Strukturnya adalah sebagai berikut :

Baik sekian dulu teman – teman pembahasan mengenai pembahasan tutorial Logika percabangan IF-ELSE, jika ada yang ingin didiskusikan silahkan di kolom komentar, sekian dulu sampai jumpa di seri tutorial PHP selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *