Tutorial Belajar PHP Part 5 – Aturan Penulisan Kode PHP

Selamat datang teman – teman kita akan melanjutkan seri tutorial PHP, dalam tutorial kali ini kita akan membahas Aturan Penulisan Skrip PHP.

Sama seperti bahasa pemrogaman lainnya, PHP juga memiliki aturan dalam penulisan skrip, seperti case sensitive, lalu aturan penulisan syntax yang digunakan dalam php, dan masih banyak lagi.

Hal ini perlu anda ketahui sebelum kita belajar lebih lanjut kedalam skrip php, setidaknya aturan dasar penulisan skrip di PHP harus anda ketahui untuk menghindari kemungkinan error pada penulisan skrip nantinya.

Baik langsung saja kita mulai pembahasannya mengenai beberapa aturan penulisan skrip PHP

 

 

  • Case Sensitive ( Penggunaan huruf besar dan kecil ) dalam PHP

PHP akan memperhatikan Penggunaan huruf besar dan kecil (case sensitive) untuk penamaan variabel.

perhatikan contoh penamaan variabel dibawah ini :

  • $email
  • $Email
  • $EMAIL

3 Variabel diatas akan dianggap berbeda oleh php, nah biasanya nih teman – teman sering lupa dalam penggunaan huruf besar dan kecil sehingga error pada saat memanggil variabel

Contohnya perhatikan skrip dibawah ini :

file tersebut jika kita panggil di browser hasilnya adalah :

Keterangan :

  • Akan muncul keterangan error, karena kita mendeklarasikan variabel dengan nama $email (menggunakan huruf kecil semua), dan pada line 3 kita memanggil variabel dengan nama $Email (huruf E ditulis kapital), variabel ini tidak akan ditemukan karena untuk variabel PHP akan bersifat case sensitive (besar kecilnya huruf akan dianggap berbeda)

 

PHP tidak bersifat Case Sensitive pada beberapa perintah PHP

PHP tidak membedakan huruf besar dan kecil (Case Sensitive) pada penulisan  :

  • function
  • class
  • ataupun perintah bawaan dari php seperti echowhile, if, else, do, foreach dll.

nah perhatikan contoh skrip dibawah ini :

Bila dipanggil di browser maka hasilnya :

Keterangan :

  • Semua perintah echo pada line 1 – 5 semua dapat dijalankan meskipun syntax echo ditulis menggunakan huruf besar ataupun kecil
  • Semua perintah pembuatan function di line 6, 11, 16 semua juga terbaca meskipun syntax function ditulis  menggunakan huruf besar ataupun kecil.

 

 

 

  • Penamaan File PHP

File php harus diakhiri dengan extention .php, sebenarnya bisa saja anda merubah extention default file php bukan .php dengan cara menambahkan perintah tertentu pada file .htaccess atau melakukan perubahan file konfigurasi pada server.

Dalam contoh ini kita akan tetap menggunakan extention default filenya dengan .php, agar ketika kita pindah ke web server lain kita tidak perlu mensetting bagian servernya.

 

 

 

 

  • Gunakan Open Tag <?php dan ditutup dengan ?>

Untuk menuliskan skrip php gunakan Open Tag <?php

jadi skrip php yang ditulis, tuliskan diantara tag <?php dan ?>

terdapat beberapa alternatif dalam penulisan open tag ini, tapi warungbelajar merekomendasikan gunakan Open Tag <?php

Keterangan :

  • Skrip php diawali dengan tag <?php di Line 1, dan diakhiri oleh tag ?> di Line 3

 

Anda bisa tidak menuliskan closing tag ?> diakhir perintah php, jika memang dalam file php tersebut hanya terdapat skrip php saja,  tetapi jika dalam file tersebut terdapat skrip lain semisal html, anda perlu menuliskan closing tag ?> pada akhir dari skrip php.

 

 

  • Penulisan Skrip PHP dan HTML

Nah ini biasanya yang banyak teman – teman bingungkan, bagaimana caranya menuliskan skrip PHP diatara skrip HTML, ataupun sebaliknya ?

pastikan file extentionnya adalah .php bukan .html

jadi intinya kita bisa menuliskan skrip HTML di file php, tapi kita tidak bisa menuliskan skrip php di file HTML

Contoh skrip PHP diantara skrip HTML :

Keterangan :

  • Untuk penulisan skrip PHP diantara skrip HTML (Line 6,7) dalam contoh ini dibagian attribute value, anda tuliskan dulu open tag <?php, lalu tuliskan skrip php, dan diakhiri dengan close tag ?>

 

Contoh skrip HTML diantara skrip PHP :

Keterangan :

  • Perhatikan line 5, untuk menuliskan skrip HTML diantara skrip PHP, anda harus menutup dulu skrip php sebelumnya dengan closing tag ?> (Line 4)
  • Baru anda bisa menuliskan skrip HTML
  • Setelah menulis skrip HTML, jika ingin melanjutkan skrip php anda harus menuliskan open tag terlebih dahulu <?php (Line 6)

 

 

 

Penulisan Statement (perintah) pada PHP

Statement adalah semua perintah yang menginstruksikan PHP untuk melakukan sesuatu sesuai skrip yang kita tulis, contoh dari statement adalah :

  • membuat variabel dan menyimpan data ke variabel, contohnya $x = 2
  • mencetak output baik itu string, integer, ataupun menampilkan value dari variabel, contoh echo $x
  • hingga perintah yang rumit seperi logika if else, perulangan for while, dan beberapa perintah lainnya

Setiap statement ini haruslah diakhir dengan tanda semicolon ; (titik koma) kecuali perintah yang menggunakan kurung kurawal {}, contoh perintah yang menggunakan kurung kurawal antara lain statement :

  • pembuatan class
  • pembuatan function
  • percabangan if else
  • perulangan do for while
  • dan beberapa statement lainnya.

Untuk Memperjelas pembahasan diatas perhatikan skrip dibawah ini :

Keterangan :

  • Setiap akhir statement kita perlu menambahkan tanda semicolon ; (titik koma)

 

Contoh beberapa perintah yang tidak memerlukan semi colon ; (titik koma)

Keterangan :

  • perhatikan beberapa perintah yang tidak menggunakan semicolon adalah pembuatan class (Line 2), pembuatan function (Line 4), dan pembuatan percabangan if (Line 13)
  • untuk perintah yang sifatnya statement untuk penyimpanan value variabel, operasi aritmatika, dan menampilkan nilai akan tetap menggunakan tanda semicolon ;

 

 

 

Penulisan Spasi, Tab, dan Enter (New Line) pada PHP

Pada saat anda memanggil file php, php akan mengabaikan penulisan spasi, tab, dan juga enter (pindah baris).

jadi meskipun anda menggunakan spasi, tab, dan enter php akan mengabaikannya, php akan membaca skrip sesuai yang anda ditulis.

untuk mempermudah anda dalam memahami maksudnya, silahkan perhatikan skrip dibawah ini :

Skrip 1

Skrip 2

Keterangan :

  • Kedua skrip diatas jika dipanggil akan menampilkan hal yang sama, meskipun untuk skrip 1 kita menghapus seluruh spasinya, dan pada skrip 2 kita menambahkan spasi, tab, dan garis baru.

 

 

 

Penulisan Komentar Pada PHP

Komentar pada PHP digunakan untuk menuliskan keterangan dari skrip yang ditulis, biasanya kita tulis untuk memudahkan programmer lain yang ingin memahami skrip yang kita tulis, atau sebagai pengingat kita biar tidak lupa fungsi skrip yang kita tulis

Hampir diseluruh bahasa pemrogaman memiliki fitur komentar termasuk si PHP

Pada PHP kita bisa menulis komentar dengan menggunakan tanda :

  • // untuk satu baris komentar
  • /* ……. */  untuk komentar yang terdiri lebih dari satu baris

Sebagai contoh perhatikan skrip dibawah ini :

Keterangan :

  • Perhatikan line 2 – 6, itu contoh penulisan komentar lebih dari satu baris, kita menggunakan /* (line 2) */(line 6)
  • Perhatikan line 11 dan 16, itu contoh penulisan komentar dengan satu baris, kita menggunakan tanda //

 

Baik Sekian dulu teman – teman pembahasan mengenai beberapa aturan penulisan kode PHP, jika ada yang ingin menambahkan atau berdiskusi silahkan di kolom komentar, sekian dulu sampai jumpa di tutorial php part selanjutnya, terima kasih

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *