Tutorial Belajar PHP Part 3 – Built-in web server di PHP

Selamat datang pada tutorial warungbelajar, masih dalam seri tutorial PHP, dalam tutorial ini kita akan membahas mengenai Built-in web server di PHP.

Built-in web server adalah web server bawaan php yang digunakan untuk menjalankan skrip php yang anda buat, Built-in web server ini lebih baik digunakan pada tahap development saja bukan production.

Jika pada part 2 kita telah mengenal apa itu web server apache, dan bagaimana cara menginstall xampp yang didalamnya telah disediakan apache.

Jika kita menggunakan Built-in web server kita tidak perlu menginstall web server apache, kita hanya perlu menginstall aplikasi php maka built-in web server bisa dijalankan, service dari built-in web server akan kita jalankan menggunakan command line.

Keuntungan lainnya jika anda menggunakan built-in web server adalah file php anda tidak perlu diletakkan di direktori web server, anda bisa meletakkan didirektori manapun.

Built-in web server dapat dijalankan di dalam aplikasi PHP dengan versi minimal 5.4

Baik langsung kita mulai langkah – langkah untuk menggunakan Built-in web server.

 

Download & Menginstall Aplikasi PHP

Untuk mendownload aplikasi PHP anda bisa mengakses website resmi php :

  • https://windows.php.net/download/    (untuk OS Microsoft Windows)
  • http://php.net/downloads.php

dalam contoh ini kita menggunakan OS Windows, sehingga saya download download di link https://windows.php.net/download/

  • saya download di versi yang terbaru, yaitu versi PHP 7.2 (7.2.4)

 

  • Setelah itu silahkan pindahkan hasil download installer ditempat yang anda inginkan, dalam contoh ini saya letakkan di drive C

 

  • langkah berikutnya silahkan extract file tersebut, klik kanan –> extract to php-7.2.4-nts-Win32-VC15-x64

 

  • lalu silahkan rename folder tersebut, dalam contoh ini saya rename dengan nama php, untuk rename ini sifatnya optional, bisa juga anda rename dengan nama lain

 

  • Silahkan masuk ke dalam folder php, lalu copy direktori url folder tersebut

 

  • berikutnya kita perlu daftarkan path pada bagian Environment Variables, pada Computer klik kanan property

 

  • lalu pilih menu Advanced System settings

 

  • lalu silahkan klik pada tab Advanced, lalu klik menu Environment Variables

 

  • Pada bagian System Variables pilih bagian Variabel Path, lalu klik tombol Edit

 

  • Pada bagian Variable value tambahkan ;C:\php

(C:\php adalah direktori dari hasil extract installer php dan kita tambahkan tanda ; sebelum url direktori tersebut ), lalu silahkan klik OK

 

  • Lalu silahkan Klik Ok untuk menyimpan, lalu silahkan restart komputer anda.

 

  • Kita asumsikan komputer sudah restart, lalu kita buka Command Prompt, dan ketikkan php -v, untuk melihat apakah command php telah dikenali oleh command line

 

  • Dalam contoh ini kita buat sebuah folder di Drive D dengan nama “belajar_php”

 

  • Dalam folder ini buat sebuah file semisal index.php

untuk skrip dari file index.php adalah :

 

Mengaktifkan Builth-up web server

untuk mengaktifkan built-up web server langkah – langkahnya sebagai berikut :

  • silahkan buka command prompt (CMD)
  • silahkan masuk ke dalam folder dimana anda menyimpan file php dengan menggunakan perintah CMD, dalam hal ini ada pada e:\belajar_php

 

  • lalu berikutnya ketikkan perintah    php -S localhost:8000   lalu tekan enter

 

  • lalu buka browser dan ketikkan url localhost:8000

Keterangan :

  • Maka pada browser akan menjalankan file index.php yang kita simpan didalam direktori e:/belajar_php
  • perintah yang perlu anda pahami ada penulisan port, untuk angka 8000 adalah port yang digunakan untuk mengakses file php, ini adalah port defaultnya, anda bisa menggantinya dengan port yang lain, kalau memang port tersebut tidak digunakan, tinggal rubah pada bagian perintah di command prompt

 

Mengakses file php didalam subdirektori dari root

Jika dalam bagian sebelumnya kita sudah belajar mengenai bagaimana caranya untuk mengaktifkan web server pada sebuah folder yang kita inginkan,

lalu bagaimana kalau kita ingin mengaktifkan web server didalam subdirektori :

  • Pada contoh ini kita buat folder profil didalam didalam folder belajar_php, lalu kita buat satu file php dengan nama index.php, untuk isi file index.php seperti pada gambar dibawah ini.

 

  • Tuliskan perintah pada command prompt

php -S localhost:8000 -t /profil

 

  • Lalu coba buka browser dan ketikkan pada url localhost:8000

Keterangan :

pada browser akan menampilkan isi dari file index.php didalam folder profil yang merupakan subfolder belajar_php, jadi untuk perintah di cmd anda hanya menambahkan perintah -t /profil seperti contoh perintah diatas.

 

 

Mengakses File tertentu dalam sebuah direktori web

Jika dalam contoh contoh sebelumnya file yang pertama kali diakses dalam sebuah direktori web adalah file dengan nama index.php, hal tersebut adalah default settingan untuk file yang pertama diakses selalu dengan nama index, lalu bagaimana kalau kita ingin membuat file dengan nama lain yang ingin otomatis dipanggil pertama kali, langkah – langkahnya antara lain :

  • Semisal kita buat file dengan nama contact.php

 

  • Lalu tuliskan perintah pada command prompt adalah seperti berikut ini

php -S localhost:8000 -t contact.php

  • Lalu buka browser dan ketikkan perintah

Keterangan :

  • maka yang akan diakses pertama kali adalah file contact.php karena kita menambahkan perintah -f contact.php

nah jadi kurang lebih seperti itu teman – teman pembahasan mengenai built-in web server di php, cara ini bisa kita gunakan untuk tahap develop aplikasi php, baik jika ada yang ingin didiskusikan silahkan di kolom komentar, sekian dulu sampai jumpa di seri tutorial PHP selanjutnya

4 thoughts to “Tutorial Belajar PHP Part 3 – Built-in web server di PHP”

  1. Bahasanya mudah dipahami, urutan penjelasannya terstruktur dengan baik. Enak dan cepat dimengerti.. Makasih utk tutorialnya. Maju terus om… Sukses..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *