Selamat datang di tutorial warung belajar, dalam tutorial ini kita akan melanjutkan pembahasan dari seri tutorial codeigniter 4, kita akan bahas terkait dengan model di codeigniter 4.

Model adalah bagian yang cukup penting di Codeigniter, dimana dengan model kita akan dapat berkomunikasi dengan database.

Pada Codeigniter 4 peran Model akan sedikit berbeda dengan Codeigniter 3, karena di Codeigniter 4 Model memiliki peran untuk dapat langsung berkomunikasi dengan database, tanpa kita membuat method didalam model itu sendiri seperti yang kita lakukan di Codeigniter 3, konsep seperti ini ada juga di Laravel dimana Model bisa dikatakan seperti representasi dari tabel yang ada didatabase.

Jadi dengan memanfaatkan peran dari model, anda bisa menampilkan seluruh data, mencari data tertentu, insert data, update data, dan hapus data di database, dengan perintah yang cukup sederhana, jika di laravel fitur ini kita kenal dengan nama eloquent.

Meskipun itu Codeigniter 4 masih memiliki fitur query builder, ataupun kita bisa juga menuliskan query secara manual, tapi fitur model ini cukup menjadikan perubahan yang baru yang dihadirkan di Codeigniter versi 4.

Baik beberapa hal yang akan kita bahas di tutorial kali ini adalah sebagai berikut :

  • Cara Membuat Model
  • Cara Mengakses Model
  • Konfigurasi Model Agar Mengakses Database
  • Bekerja dengan Data Melalui Model – FindAll
  • Bekerja dengan Data Melalui Model – Find
  • Bekerja dengan Data Melalui Model – FindColumn
  • Bekerja dengan Data Melalui Model – First
  • Bekerja dengan Data Melalui Model – withDeleted
  • Bekerja dengan Data Melalui Model – onlyDeleted
  • Bekerja dengan Data Melalui Model – Insert
  • Bekerja dengan Data Melalui Model – Update
  • Bekerja dengan Data Melalui Model – Save
  • Bekerja dengan Data Melalui Model – Delete
  • Bekerja dengan Data Melalui Model – PurgeDeleted

Pembahasannya Cukup Panjang Jadi Buat Teman – Teman bisa sambil ngopi ataupun sambil bawa cemilan.


 

Video Tutorial Belajar Codeigniter 4 – Cara Membuat Model dan Interaksi Database Melalui Model di Codeigniter 4


Persiapkan Project Codeigniter

Sebelum kita membahas terkait dengan Model, pastikan teman – teman sudah menginstall Project Codeigniter di Komputer teman – teman, dalam contoh ini saya install dengan nama folder ci4app


 

 

 

Cara Membuat Model

Secara Default model di Codeigniter 4 disimpan didalam folder app/Models, baik silahkan buat sebuah file Model dengan nama ProductModel.php dan simpan didalam folder app/Models

Untuk isi dalam file ProductModel adalah sebagai berikut :

Keterangan :

  • Line 3 anda perlu menuliskan namespace App\Models
  • Line 7 kita buat class ProductModel dengan extends class Model, untuk nama class ini sendiri harus sama dengan nama file Model, dalam contoh ini adalah ProductModel

 

 

 

Cara Mengakses Model

Setelah dibagian sebelumnya kita telah membuat sebuah model dengan nama ProductModel yang kita simpan didalam folder app/Models

Berikutnya kita akan belajar bagaimana cara mengakses Model tersebut, kita akan modifikasi terlebih dahulu method didalam ProductModel, kita tambahkan method getData, berikutnya kita akan belajar bagaimana cara mengakses method yang ada didalam model, melalui Controller.

Kita modifikasi sehingga model menjadi seperti berikut ini :

Keterangan :

  • Kita membuat method baru dengan nama getData Line 9, bagian ini kita buat sederhana saja, hanya return  text dengan tulisan ‘Ini adalah Method getData didalam ProductModel’

 

berikutnya kita buat sebuah controller dengan nama Product kita simpan didalam folder app/Controllers

Untuk isi code controller Product adalah seperti berikut ini :

Keterangan :

Line 5 kita load model dengan nama ProductModel, dengan perintah :

Line 7 kita membuat class dengan nama Product sesuai dengan nama controllernya yaitu Product

Pada method index, kita membuat object baru dengan nama $product (line 11) dengan menggunakan class ProductModel

line 12 kita mengakses method getData pada model productModel, kita gunakan object $product, kita gunakan perintah echo untuk menampilkan text hasil return dari method getData.

 

Sekarang kita coba mengaksesnya, jangan lupa untuk menjalankan local development server, dengan perintah :

lalu jalankan URL : http://localhost:8080/product

Maka hasilnya adalah sebagai berikut :

akan menampilkan tulisan “Ini adalah Method getData didalam ProductModel” yang merupakan return dari method getData di dalam ProductModel


 

 

 

Persiapan Database & Koneksikan Codeigniter dengan database

Sebagai bahan belajar terkait cara model dapat berinteraksi dengan database, kita akan buat sebuah database dengan nama db_product, dan didalamnya kita buat tabel dengan nama tb_product, untuk struktur tabel seperti berikut ini :

  • kd_product (int) (primary key) (auto increment)
  • name (varchar 255)
  • price (float)
  • created_at (datetime)
  • updated_at (datetime)
  • deleted_at (datetime)

untuk mempermudah teman – teman saya sediakan script SQL untuk membuat database serta tabelnya :

baik saya asumsikan teman – teman semua sudah memiliki database yang didalamnya sudah ada tabelnya ya..

 

 

Koneksikan Codeigniter 4 dengan database

Berikutnya kita akan koneksikan project codeigniter 4 dengan database yang baru saja kita buat, langkah – langkahnya adalah sebagai berikut :

  1. Pada folder project codeigniter terdapat file dengan nama env, silahkan rename terlebih dahulu menjadi .env
  2. buka file .env pada bagian database di sekitar line 52 – 56 setting bagian database, sebelum itu hilangkan tanda #
  3. lalu lakukan settingan koneksi ke database jadi kurang lebih seperti berikut ini :
Keterangan :

  • bagian hostname adalah alamat server dari databasenya, dalam hal ini adalah localhost
  • bagian database diisi dengan nama database, dalam hal ini adalah db_product
  • bagian username diisi dengan user dari database, dalam hal ini adalah root
  • bagian password diisi dengan password dari username tersebut, dalam hal ini saya kosongkan karena default password dibagian mysql pada xampp itu kosong untuk user root
  • DBDriver kita isikan MySQLi karena kita pakai MySQL / Maria DB sebagai databasenya

 

 

 

Konfigurasi Model agar dapat mengakses database

Setelah dibagian sebelumnya kita telah belajar, bagaimana membuat model, serta mengakses model dan method didalamnya melalui controller, berikutnya kita akan belajar untuk mensetting bagian model, agar dapat mengakses database.

Berikutnya kita akan belajar konfigurasi apa saja yang bisa kita setting dibagian model :

$DBGroup = digunakan untuk menentukan group database mana yang akan digunakan, nama group database ini bisa anda lihat di konfigurasi database, bisa anda lihat di file .env, jika anda tidak setting bagian DBGroup maka akan menggunakan default database yang disetting di bagian konfigurasi database.

$table = bagian ini diisi dengan nama tabel di database, dimana model ini dapat berkomunikasi dengan nama tabel yang ditulis dibagian ini.

$primaryKey = digunakan untuk menentukan primary key dari tabel yang dapat diakses oleh model ini, kolom dibagian primaryKey akan digunakan untuk dasar pencarian menggunakan method find, method find akan kita bahas lebih lanjut ditutorial berikutnya.

$returnType = digunakan untuk mengatur format return data hasil dari query, anda bisa menuliskan value array ataupun object.

$useSoftDeletes = jika bernilai true, maka ketika ada data yang dihapus, akan menyimpan waktu kapan data dihapus dalam format datetime dalam kolom dengan nama deleted_at didalam tabel, secara sederhana seakan – akan ketika data dihapus, data tidak benar – benar hilang, data berada di semacam recycle bin, dimana nantinya data bisa kita restore, ataupun kita kita hapus secara permanen.

jika bernilai true, ketika kita menggunakan method find ataupun findAll hanya menampilkan data yang tidak dalam keadaan terhapus, kecuali anda juga menambahkan perintah withDeleted() maka akan menampilkan keseluruhan data termasuk yang dalam keadaan telah dihapus.

$allowedFields = digunakan untuk menentukan kolom mana saja yang dapat kita insert data, baik menggunakan method insert, ataupun

$useTimestamps = jika bernilai true, maka setiap ada perubahan di database seperti insert dan update data, maka waktu akan dicatat dalam kolom created_at dan updated_at

$createdField  = digunakan untuk mengatur kolom mana yang akan digunakan untuk menyimpan waktu dalam format datetime saat data ditambahkan (anda bisa mengosongi bagian ini kecuali bagian $useTimestamps dalam keadaan enable )

$updatedField = digunakan untuk mengatur kolom mana yang akan digunakan untuk menyimpan waktu dalam format datetime saat data diupdate (anda bisa mengosongi bagian ini kecuali bagian $useTimestamps dalam keadaan enable )

$deletedField = digunakan untuk mengatur kolom mana yang akan digunakan untuk menyimpan waktu dalam format datetime saat data didelete

$dateFormat = nilai dibagian ini akan menentukan format tanggal dan waktu yang disimpan, saat anda mengaktifkan bagian $useTimestamps  dan  $useSoftDeletes, secara default menggunakan format DATETIME, tetapi anda bisa menggunakan format lainnya seperti datetime, date, int (a PHP timestamp)

$validationRules = bagian ini bisa anda gunakan untuk membuat sebuah aturan terhadap format data yang akan diinsert ataupun diupdate ke database, untuk bagian ini akan kita singgung sedikit saja, karena ada pembahasan lebih lanjutnya di part pembahasan mengenai validasi.

$validationMessages = bagian ini digunakan untuk mengatur pesan yang ditampilkan saat data tidak sesuai dengan validationRules

$skipValidation = bagian ini dapat berisi true atau false, secara default bernilai false yang artinya data yang masuk harus melewati tahap validasi, tetapi jika anda memberikan nilai true, maka data yang masuk tidak perlu melalui bagian validasi.

 

Baik berikutnya silahkan buka file model dengan nama ProductModel.php, lalu modifikasi kode seperti berikut ini :

Keterangan :

Line 9 kita set agar model ini dapat berkomunikasi dengan tabel “tb_product

Line 10 kita primary dari tabel tb_product adalah kolom “kd_product

Line 12 kita set untuk format return hasil query adalah object

Line 13 kita set useSoftDeletes bernilai true, agar data yang dihapus tidak benar benar dihapus.

line 15 kita set untuk kolom yang dapat di insert atau diupdate adalah kolom name, dan price

line 17 kita set bagian useTimestamps kita set true agar mencatat bagian created_at dan updated_at

Line 18 untuk setting waktu insert data disimpan di kolom created_at

Line 19 untuk  setting waktu update data disimpan di kolom updated_at

Line 20 untuk setting waktu delete data disimpan di kolom deleted_at

untuk 3 settingan diatas, jika tidak diset maka akan memberikan nilai default :

  • kolom yang menyimpan waktu insert data adalah created_at
  • kolom yang menyimpan waktu update data adalah updated_at
  • kolom yang menyimpan waktu delete data adalah deleted_at
untuk Line 22 kita setting validasi insert atau update, kita buat sederhana saja ya :

  • kolom nama harus diisi (required) dan minimal 3 karakter
  • kolom price harus diisi (required) dan menggunakan angka
Line 27 kita set bagian pesan yang ditampilkan untuk kebutuhan validasi, kita menuliskan pesan dimasing – masing validasi pada kolom
Line 37 kita set skipValidation kita berikan nilai false, agar validasi tetap dilakukan

 

Sebenarnya kita tidak perlu memberikan settingan sebanyak ini, tapi karena saya ingin menjelaskan ke teman – teman terkait dengan konfigurasi yang memungkinkan untuk dilakukan di bagian model sehingga semuanya saya tuliskan.


 

 

 

Perintah Insert Data

Berikutnya kita akan mulai belajar untuk melakukan komunikasi data dengan database dengan menggunakan model, kita mulai belajar dengan menggunakan method insert(), method ini digunakan untuk insert data ke database.

untuk dapat melakukan insert data, anda bisa menggunakan associative array, dimana key yang digunakan disamakan dengan nama kolom di tabel.

silahkan buka file controller Product.php, lalu kita tambahkan method baru semisal dengan nama insertdata, method insertdata seperti berikut ini :

Keterangan :

Line 1 kita buat method baru semisal dengan nama insertdata

Line 3 kita buat object dengan nama $product menggunakan class ProductModel

kita mengakses method insert dengan menggunakan object $product, kita menggunakan array associative, dimana key sesuai dengan nama kolom yang ada di tabel tb_product, dan hasil query kita simpan di variabel $insert

 

Line 8 kita cek value variabel $insert dengan menggunakn perintah IF, jika query berhasil maka akan menampilkan tulisan “Data berhasil diinsert“, Jika query gagal akan menjalankan Line 11 – 13 untuk menampilkan untuk menampilkan error massage dari validasi, jika memang yang gagal adalah dibagian validasi

sebenarnya perintahnya tidak sepanjang ini, tapi disini saya akan contohkan jika kita ingin melakukan pengecekan terhadap validasinya, dan jika validasi gagal akan menampilkan pesan error.

 

baik kita coba mengakses method insertdata di controller Product, dengan menggunakan URL :

localhost:8080/product/insertdata

lalu coba cek data di dalam tabel tb_product, bisa gunakan sql editor, dalam contoh ini saya menggunakan sqlyog

Maka ada satu data dengan name Redmi Note 9 Pro, dan untuk bagian price 3499000


 

 

 

Perintah Update Data

Berikutnya kita akan membahas method update, method ini digunakan untuk update data, method ini memiliki 2 parameter :

  1. nilai dari kolom primary key data yang ingin diupdate
  2. perubahan data yang ingin dilakukan, dalam bentuk associative array

berikutnya kita akan coba mengupdate data yang barusan kita insert, kita akan menambahkan method baru di controller Product, semisal nama methodnya updatedata, isi dari method updatedata adalah seperti berikut ini :

Keterangan :

Line 1 kita membuat method dengan nama updatedata

Line 3 kita membuat object baru dengan nama $product dengan class ProductModel

Line 4 kita buat variabel $id dengan value 1, ini adalah nilai dari kolom kd_product (yang merupakan primary key) yang akan dijadikan parameter pertama method update, karena data yang akan kita update adalah data yang memiliki kd_product = 1

Line 5 kita gunakan method update pada object $product, dan mengirimkan 2 parameter yaitu :

  • variabel $id
  • array associative dari data yang akan diupdate

hasilnya akan kita simpan didalam variabel $update.

Line 9 kita akan memeriksa hasil query yang disimpan di variabel $update, jika proses berhasil maka akan tampil tulisan “Data Berhasil diupdate

Line 13 jika proses gagal, maka akan menampilkan pesan error dari hasil validasi jika yang gagal memang di bagian validasi

Berikutnya kita coba mengakses method updatedata di controller Product dengan menggunakan URL :

localhost:8080/product/updatedata

jika proses update berhasil akan tertulis :

Data Berhasil diupdate

berikutnya kita akan cek data di table tb_product , saya gunakan sql yog

maka datanya sudah berubah, name menjadi “Redmi Note 9” dan untuk bagian price menjadi “3000000


 

 

 

Perintah Save

Method save ini memiliki fungsi yang cukup unik,,, bisa digunakan untuk fitur insert data ataupun  update data, tergantung isi array associative yang kita buat, jika kita menyertakan kolom yang menjadi primary key maka akan dianggap mengupdate data , tetapi jika tidak menyertakan maka akan dianggap sebagai proses insert data

 

 

Method Save untuk update data

Baik kita akan mulai pembahasannya bagaimana kalau method save digunakan untuk update data, anda perlu primary key dibagian array associative, dalam contoh ini kita akan menambahkan method dengan nama saveupdate dibagian controller Product, method saveupdate adalah sebagai berikut :

Keterangan :

  • Line 3 kita buat object dengan nama $product dengan class ProductModel
  • Line 4 – 8 kita buat array associative dengan key kd_product(primary key),name, dan price
  • Array associative berisi key dari kolom primary key, dan juga data yang akan diupdate
  • Line 9 kita gunakan method save dibagian object $product, dengan mengisikan parameternya adalah array associative

kita coba mengakses method saveupdate yang barusan kita buat dengan menggunakan alamat URL : localhost:8080/product/saveupdate

lalu periksa data didatabase harusnya data dengan kd_product = 1 akan berubah, name menjadi “Redmi 9” dan untuk bagian price “2000000

 

Method Save untuk insert data

Berikutnya kita akan coba untuk menggunakan method save untuk kebutuhan insert data, seperti yang dijelaskan diawal, perbedaannya jika untuk kebutuhan insert data anda tidak perlu menuliskan kolom primary key dibagian array associative.

dalam contoh ini kita akan membuat method baru di contoller Product, semisal kita beri nama saveinsert, untuk isi methodnya adalah sebagai berikut :

Keterangan :

  • Line 3 kita buat object baru dengan nama $product dengan menggunakan class ProductModel
  • Line 4 – 7 kita buat data array associative dengan key name, dan price sesuai nama kolom di tabel tb_product
  • Line 8 kita gunakan method save dengan object $product, dan menyertakan variabel $data yang berisi array untuk digunakan dibagian sebagai parameter method save

berikutnya kita coba mengakses method saveinsert dengan menggunakan URL :

localhost:8080/product/saveinsert

maka hasilnya akan ada data baru di tabel tb_product, sehingga kurang lebih seperti berikut ini :

 

 

Method Save untuk update tanpa array

Berikutnya kita akan bahas untuk cara update data menggunakan method save, tapi yang berbeda didisini kita tidak perlu menggunakan array, baik sebagai contoh kita akan membuat method baru dengan nama saveupdate2 di controller Product, untuk isi dari method saveupdate2 kurang lebih seperti berikut ini :

Keterangan :

  • Line 3 kita buat object baru dengan nama $product dengan menggunakan class ProductModel
  • Line 4 kita mendapatkan data product dengan kd_product = 1, dengan menggunakan perintah method find, pembahasan find akan ada dibab selanjutkan, hasil pencairan disimpan pada variabel $dataProduct
  • Line 5 kita isi nilai kolom price dengan value ‘2050000‘, menggunakan variabel $dataProduct
  • Line 6 kita menggunakan method save dengan menggunakan object $product, dan untuk parameter method save adalah array $dataProduct

berikutnya kita akan coba mengakses method saveupdate2 dengan menggunakan URL sebagai berikut :

localhost:8080/product/saveupdate2

Maka data dengan kd_product 1 akan berubah, nilai price akan menjadi 2050000


 

 

 

Perintah Delete

Berikutnya kita akan belajar mengenai method Delete, method ini digunakan untuk menghapus data di database, dalam contoh ini kita akan membuat method baru di controller Product, semisal method kita beri nama deletedata, isi method deletedata adalah sebagai berikut :

Keterangan :

Line 3 kita buat object dengan nama product dengan class ProductModel

Line 4 kita gunakan method delete dengan menggunakan object $product, dengan parameter 1, yang artinya menghapus data di tabel tb_product yang kd_product = 1, hal ini dikarenakan kita set variabel $primaryKey di model adalah kd_product

Coba kita mengakses method deletedata di controller Product, dengan menggunakan URL :

localhost:8080/product/deletedata

maka hasilnya datanya akan seperti berikut ini :

Keterangan :

Perhatikan pada data dengan kd_product 1, data tidak dihapus, tetepi bagian deleted_at akan berisi waktu data itu dihapus, hal ini dikarenakan kita menset $useSoftDeletes = true; dibagian model ProductModel

 

 

Beberapa perintah lain yang bisa anda gunakan untuk menghapus data antara lain :

Menghapus data dengan beberapa ID

Anda bisa menghapus beberapa data sekaligus, dengan menuliskan ID data sesuai primary key, kedalam bentuk array, contohnya adalah sebagai berikut :

 

Menghapus data dengan perintah where

Anda bisa menghapus data dengan menggunakan kombinasi pencarian data menggunakan method where, contoh perintahnya adalah sebagai berikut :

 

 

Menghapus Permanent Seluruh data dari fitur SoftDeletes

Seperti contoh diatas saat kita memberikan nilai TRUE dibagian SoftDeletes, ketika kita menghapus data, data itu tidak benar – benar terhapus tapi sebenernya hanya memberikan nilai pada bagian kolom deleted_at, dengan perintah dibawah ini anda bisa menghapus data tersebut secara permanent.

dengan perintah diatas, maka data didalam tabel tb_product yang memiliki nilai di kolom deleted_at atau bisa dikatakan nilai pada value kolom deleted_at  IS NOT NULL maka data itu akan dihapus.

 

 

Menghapus Data secara permanen

Seperti yang telah kita bahas diawal, codeigniter 4 memiliki fitur softdelete dibagian model, jika anda ingin menghapus data secara permanent bisa menambahkan value true, diparameter kedua pada method delete, jadi contoh perintahnya adalah seperti berikut ini :

Keterangan :

perintah diatas digunakan untuk menghapus data secara permanen untuk data di tabel tb_product yang nilai kd_product = 1, kita hanya perlu menambahkan parameter kedua dengan nilai true.


 

 

 

Menampilkan Data

Berikutnya kita akan membahas bagaimana cara menampilkan data dengen menggunakan model, ada beberapa fitur yang disediakan oleh codeigniter 4, baik kita akan mulai bahas satu persatu :

 

 

Menggunakan method find

Method find ini digunakan untuk menampilkan data berdasarkan nilai yang ada dibagian kolom yang menjadi primary key.

Semisal kita ingin mencari data di tabel tb_product yang nilai kd_product adalah 2, contohnya kita akan menambahkan method baru dengan nama getdata di controller Product, jadi controller Product kurang lebih seperti berikut ini :

Keterangan :

  • Line 3 kita buat object dengan nama $product dengan class ProductModel
  • Line 4 kita menggunakan method find() dengan nilai parameter adalah  2 yang artinya kita mencari data di tb_product dengan nilai di kolom kd_product sebagai primary key
  • Line 5 – 7 kita tampilkan datanya, kita gunakan print_r agar anda dapat melihat isi return hasil query

Kita dapat mengaksesnya dengan menggunakan perintah :

localhost:8080/product/getdata

 

 

Menggunakan method find Column

Perintah ini digunakan untuk menampilkan data yang ada didalam kolom yang kita inginkan, semisal dalam contoh ini kita ingin menampilkan isi dari kolom name didalam tabel tb_product, kita akan modifikasi method getdata yang ada di dalam controller Product, sehingga method getdata akan menjadi seperti berikut ini :

Keterangan :

  • Line 3 kita buat object dengan nama $product dengan class ProductModel
  • Line 4 kita menggunakan method findColumn() dengan nilai parameter adalah  name yang artinya kita ingin menampilkan kolom dengan nama name di tabel tb_product
  • Line 5 – 7 kita tampilkan datanya, kita gunakan print_r agar anda dapat melihat isi return hasil query

kita akan coba mengakses method getdata dengan URL :

localhost:8080/product/getdata

maka hasilnya adalah sebagai berikut :

Keterangan :

  • yang tampil hanya satu data, padahal data ada 2, karena yang satunya dalam keadaan terhapus, jadi yang tampil hanya Xiaomi Mi Note 10 Pro yang merupakan nilai dari kolom name.

 

 

Menggunakan method findAll

Method ini digunakan untuk menampilkan seluruh data yang ada pada sebuah tabel kecuali data yang terhapus dengan fitur softdelete, anda bisa menggunakan perintah seperti berikut :

Keterangan :

  • Line 4 kita menggunakan perintah findAll yang akan menampilkan seluruh data yang ada di tabel tb_product kecuali data yang dihapus.

 

Anda juga dapat dapat menuliskan perintah pencarian where dibagian ini, contoh perintahnya adalah sebagai berikut :

Keterangan :

  • Perintah diatas digunakan untuk menampilkan seluruh data di tabel tb_product yang kolom name bernilai ‘Xiaomi Mi Note 10 Pro

 

Anda juga bisa menggunakan perintah limit dan offset seperti pada perintah SQL biasanya, contoh penggunaannya adalah seperti berikut ini :

Keterangan :

  • kita bisa menuliskan parameter 1 untuk bagian limit, dan parameter 2 untuk bagian offset pada method findAll

 

 

Menggunakan method findAll dengan withDeleted

Berikutnya anda juga dapat mengakses data seluruh data dalam sebuah tabel tanpa terkecuali, sekalian dengan data yang sudah anda hapus dengan fitur softdelete, contoh penggunaannya adalah sebagai berikut ini :

Keterangan :

  • Anda cukup menambahkan method withDeleted dibagian findAll

 

 

Menggunakan method findAll dengan onlyDeleted

Anda juga dapat menampilkan data yang sudah dihapus melalui fitur softdelete, anda bisa menambahkan method onlyDeleted, sehingga penggunaannya adalah sebagai berikut :

Keterangan :

  • Anda cukup menambahkan method onlyDeleted dibagian findAll, maka data yang tampil hanya yang sudah dihapus melalui softdelete

 

 

Menggunakan Fitur First

Anda juga dapat menampilkan untuk satu data saja dengan menggunakan method first, semisal anda akan mencari beberapa data, tapi anda hanya ingin menampilkan data pertamanya saja, anda bisa menggunakan perintah first ini.

Keterangan :

  • dengan perintah diatas, anda akan menampilkan data di tabel tb_product, yang kolom price memiliki nilai 10999000, tetapi anda hanya akan mendapatkan data pertama saja, karena kita menggunakan method first.

 

Jadi kurang lebih seperti itu ya teman – teman pembahasan terkait dengan model di Codeigniter 4, kita sudah membahas dari mulai cara membuat model, mengakses method model, serta beberapa method yang dapat digunakan untuk mengakses data di database melalui model, sekian dulu sampai jumpa di tutorial selanjutnya.