Selamat datang lagi di warung belajar, dalam tutorial kali ini kita masih melanjutkan mengenai seri tutorial PHP, pada part ke 35 kita akan membahas mengenai fungsi return value di OOP pada PHP.

Dalam tutorial – tutorial sebelumnya kita telah banyak menggunakan fungsi return value, tapi sebenarnya return value itu fungsinya untuk apa sih, kita akan bahas dalam tutorial dibawah ini.

Mengenal Return Value

Return Value adalah sebuah nilai yang dikembalikan oleh fungsi / method, saat fungsi / method tersebut dipanggil.

Sebagai contoh perhatikan skrip dibawah ini :

Keterangan :

  • Jika dijalankan maka akan menampilkan tulisan “Core i5”
  • Pada Line 14 kita membuat object baru dengan nama “laptop_budi” menggunakan class laptop.
  • Pada Line 15 kita memanggil method set_prosesor() dengan mengisikan parameter “Core i5”, pada method set_prosesor (Line 9) kita mengisikan nilai pada property prosesor dalam class laptop.
  • Pada Line 16 kita memanggil method get_prosesor(), dimana pada method get_prosesor() di line 7, kita menuliskan perintah return $this->prosesor, dimana perintah return ini artinya mengembalikan nilai property prosesor ketika method get_prosesor() dipanggil.
  • Karena Pada Line 16 kita menuliskan perintah echo maka akan menampilkan tulisan dari hasil return method get_prosesor yaitu “Core i5” sesuai yang kita set pada line 15.

 

Mengembalikan Return TRUE atau Return FALSE

Selain digunakan untuk mengembalikan nilai dengan tipe data string atau numeric, perintah return bisa juga digunakan untuk mengembalikan nilai dengan tipe data boolean seperti TRUE ataupun FALSE.

Sebagai contoh, perhatikan skrip dibawah ini :

Keterangan :

  • Jika dijalankan maka akan menampilkan tulisan “Angka Kurang Dari 10”
  • Perhatikan pada line 17 kita membuat object dengan nama $a dengan menggunakan class angka.
  • Berikutnya kita memanggil method cek_angka didalam perintah if (Line 18), saat kita memanggil method cek_angka kita memberikan parameter 11.
  • Perhatikan method cek_angka (Line 4), kita melakukan cek nilai dari parameter, jika nilainya lebih dari 10 maka akan mengembalikan nilai TRUE (Line 8), dan jika nilainya kurang dari 10 maka mengembalikan nilai FALSE (Line 12)
  • Pada contoh diatas karena angka yang dijadikan parameter adalah 11 (Line 18), maka saat kita memanggil method cek_angka nilai yang dikembalikan adalah true, sehingga code yang dijalankan adalah yang di line 20.

 

Selain itu pengembalian nilai return juga dapat digunakan untuk mengisi nilai pada variabel, sebagai contoh perhatikan skrip dibawah ini :

Keterangan :

  • Jika dijalankan akan menampilkan tulisan “Core i5”
  • Konsep dari skrip diatas sama seperti skrip pada contoh pertama, hanya saja disini nilai return value dari method get_prosesor, disimpan pada variabel $prosesor_laptop_budi (Line 16), lalu berikutnya pada line 17 kita menampilkannya dengan perintah echo, sehingga ditampilkan tulisan “Core i5”

 

Jadi sekian dulu teman – teman pembahasan mengenai fungsi dari return value pada OOP di PHP, Jika ada yang ingin didiskusikan silahkan di kolom komentar, baik  sekian dulu sampai jumpa di seri tutorial PHP selanjutnya.

 

 

 


ANDA INGIN SERIUS BELAJAR PEMROGRAMAN PHP ?

Seperti yang anda ketahui bahwa saat ini skill di bidang pemrograman sangatlah dibutuhkan, salah satunya adalah pemograman PHP.
Untuk anda yang ingin serius belajar pemrograman PHP, Warung Belajar Memiliki Beberapa Paket Tutorial yang bisa membantu anda dalam belajar Pemrograman PHP, dari mulai step – step dasar hingga mampu membuat aplikasi berbasis web dengan menggunakan PHP.

Paket Tutorial ini berisi video tutorial belajar pemrograman berbahasa indonesia, cocok sekali untuk anda yang sedang belajar pemrograman PHP, bahkan untuk orang awam sekalipun.

Paket Tutorial ini juga dilengkapi dengan study kasus yang akan mempermudah pemahaman anda dalam belajar pemrograman, Mari berinvestasi untuk menambah skill dalam menguasai Pemrograman PHP