Tutorial Belajar PHP Part 14 – Mengenal Struktur Logika Switch pada PHP

Selamat datang lagi teman – teman di warung belajar, melanjutkan seri tutorial PHP, dalam tutorial kali ini kita akan membahas mengenai Struktur Logika Switch pada PHP.

Struktur Logika Switch ini bisa dijadikan alternatif dari penggunaan Logika IF yang telah kita pelajari di part sebelumnya.

 

Mengenal Struktur Logika Switch

Switch adalah struktur logika percabangan yang digunakan untuk untuk memeriksa suatu variabel, lalu menjalankan perintah – perintah yang sesuai dengan kondisi yang diperiksa, konsep switch ini mirip dengan struktur IF – ELSEIF – ELSE.

 

Aturan Penulisan Switch

Seperti Logika IF, Switch juga memiliki Aturan penulisan, aturan penulisannya sebagai berikut :

Keterangan :

  • Logika Switch diawali dengan perintah switch, pada bagian switch anda dapat menuliskan variabel yang akan diperiksa nilainya.
  • block switch berada diatara kurung kurawal pembuka dan penutup setelah perintah switch
  • setiap kemungkinan kondisi yang terjadi dituliskan dengan perintah case lalu diikuti dengan kemungkinan nilai dari variabel  yang ditulis di bagian switch.
  • penulisan case diakhiri dengan tanda titik dua  ( : ), dapat juga menggunakan tanda kurung buka dan tutup jika dibutuhkan, untuk pengecekan yang lebih rumit, nanti kita berikan contoh dibawah
  • jika nilai pada case sesuai dengan nilai variabel pada switch, maka statement akan dijalankan
  • perintah break diakhir dari setiap statement digunakan untuk keluar dari alur switch.
  • perintah default digunakan untuk menjalankan statement jika case – case yang ditulis sebelumnya masih bernilai FALSE, Jika dalam logika IF, fungsi default sama dengan ELSE.

 

Alternatif Lain dari cara penulisan Switch

Anda juga bisa menggunakan alternatif lain dari cara penulisan switch, sebagai berikut :

Keterangan :

  • Anda bisa menggunakan pengganti kurung kurawal pembuka dengan tanda titik dua ( : ) Line 3
  • Pada masing – masing case kita berikan tanda titik dua ( : )
  • diakhir dari switch kita tuliskan endswitch; (Line 12)

 

Contoh Penulisan Switch

Nah sekarang agar lebih memahami konsepnya, kita coba buat logika percabangan dengan menggunakan Logika IF dan Switch untuk contoh soal dibawah ini :

Kita akan membuat code sederhana untuk menyebutkan nama bulan, dengan Logika IF dan Switch :

Menggunakan Logika IF

 

Menggunakan Logika Switch

2 code program diatas akan menghasilkan output yang sama, anda bisa menggunakan logika IF ataupun logika Switch, untuk Logika IF lebih disarankan untuk penggunaan dari logika percabangan untuk masalah yang lebih rumit semisal ada IF didalam IF, untuk masalah yang lebih sederhana seperti diatas anda bisa menggunakan Logika Switch.

Baik udah tahu kan kapan kita gunakan IF kapan kita gunakan Switch, berikutnya kita akan bahas bagaimana alur dari logika switch dan bagaimana cara bekerjanya :

  • Pada Line 2 kita buat variabel dengan nama $bulan dengan value 2.
  • Pada Line 3 kita tuliskan switch($bulan) yang artinya digunakan untuk memerintahkan melakukan pengecekan terhadap value dari variabel $bulan
  • Pada Line 5 kita tertulis case 1 yang artinya melakukan pengecekan kalau dalam bahasa kita artinya  “Apakah value dari variabel $bulan adalah 1 ?”, Jika Iya maka akan menjalankan Statement di Line 6
  • Pada Line 7 terdapat code break; yang artinya digunakan untuk keluar dari switch.
  • Pada Line 8 dilakukan pengecekan case 2 “Apakah value dari variabel $bulan adalah 2”, Jika iya maka akan menjalankan statement di Line 9 dst.
  • Pada Line 41 terdapat tulisan default: nah perintah ini sama artinya dengan ELSE pada logika IF, jadi jika sampai case terakhir pada Line 38, tidak ada yang cocok maka akan dijalankan statement pada bagian default (Line 42)

 

Pada Switch anda juga diperbolehkan untuk menjalankan satu statement untuk beberapa case sekaligus, perhatikan contoh dibawah ini :

Keterangan :

  • Perintah diatas akan menghasilkan output “Angka Berada di range 1 – 5 “
  • Pada Line 3 kita tuliskan perintah switch dengan variabel $angka, jadi yang akan kita bandingkan value adalah variabel $angka
  • Pada Line 5 – 9 (case 1 hingga case 5) memeriksa jika nilai variabel angka adalah angka 1,2,3,4,5 maka akan menjalankan statement di line 10
  • Pada Line 12 – 16 (case 6 hingga case 10) memeriksa jika nilai variabel angka adalah angka 6,7,8,9,10 maka akan menjalankan statement di line 17
  • dan jika value variabel $angka tidak ada pada case dari mulai line 5 – 16 maka akan menjalankan statement pada perintah default (Line 20).

 

Contoh berikutnya kita coba untuk membuka code dengan pemeriksaan switch yang lebih rumit, semisal untuk program kategori nilai yang juga telah kita pelajari di tutorial IF – ELSE sebelumnya.

Kita akan membuat sebuah aplikasi sederhana untuk mengetahui kategori nilai yang didapatkan oleh siswa,

  • Nilai Antara 91 – 100 = A
  • Nilai Antara 81 – 90 = B
  • Nilai Antara 61 – 80 = C
  • Nilai Antara 41 – 60 = D
  • Nilai Antara  0 – 40 = E

Maka code dalam logika switch adalah sebagai berikut :

Keterangan :

  • Pola penulisan switch adalah sama yang berbeda hanyalah dibagian case kita berikan tanda kurung buka dan kurung tutup untuk melakukukan pengecekan terhadap variabel $nilai

Demikian pembahasan mengenai Struktur Logika switch pada PHP, jika ada yang ingin didiskusikan silahkan di kolom komentar, sekian dulu sampai jumpa di tutorial selanjutnya.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *