Tutorial Belajar PHP Part 10 – Mengenal Tipe data di PHP

Selamat datang lagi di tutorial warung belajar, dalam tutorial kali ini kita akan belajar mengenai Tipe data di dalam PHP, Jika dalam tutorial sebelumnya kita telah belajar mengenai variabel dan konstanta, nah nilai yang diinput di konstanta dan variabel itu akan memiliki tipe data tertentu, tipe data ini akan menentukan bagaimana cara memproses data itu sendiri, semisal nih untuk tipe data string kita tidak bisa menggunakan operator aritmatika.

Dalam php untuk menggunakan tipe data tertentu anda tidak perlu untuk mendeklarasikan dulu di awal, seperti pada bahasa pemrogaman lain semisal java, c, c# dan beberapa bahasa lainnya, tetapi setidaknya teman – teman harus mengetahui ada tipe data apa saja sih di php.

Tipe data yang akan kita bahas dalam tutorial ini adalah :

  • Integer
  • Float
  • String
  • Boolean
  • Object

sebenarnya ada lagi tipe data array, nanti kita akan bahas dalam tutorial part selanjutnya karena pembahasannya cukup panjang.

Baik kita langsung mulai pembahasan satu persatu mengenai tipe data didalam PHP.

 

Tipe Data Integer

Tipe data integer atau biasanya lebih kita kenal dengan tipe data untuk menyimpan angka bulat (bukan desimal), semisal 1,2,3,4,5,-10,-20 dll
Nilai di tipe data integer bisa bernilai positif (+) dan negatif ( – )
Tipe data ini biasanya digunakan untuk menyimpan data seperti harga sebuah barang, jumlah mahasiswa, jumlah penduduk, stok barang, intinya adalah untuk nilai angka yang tidak ada desimalnya, kalau ada desimalnya kita akan gunakan tipe data float

Contoh penggunaan dari tipe data Integer adalah :

Hasilnya adalah :

Keterangan :

  • Tipe data integer dapat menampilkan bilangan dari positif dan negatif
  • Dengan menggunakan tipe data integer anda dapat melakukan operator aritmatika semisal penjumlahan, perkalian, pembagian dan beberapa operator aritmatika lainnya

Range nilai yang bisa disimpan di tipe data integer adalah dari range -2147483648 hingga 2147483647, jika anda ingin menyimpan nilai diluar jangkauan itu, sebaiknya gunakan tipe data float.
Anda bisa melakukan pengecekan untuk dengan menggunakan perintah PHP_INT_MAX dan PHP_INT_MIN, untuk dokumentasi resmi php http://php.net/manual/en/language.types.integer.php

 

  • Menuliskan hexadesimal dalam PHP

Angka hexadesimal adalah angka yang penyusunan bilangannya terdiri dari 16 digit, yaitu angka 0-9 dan huruf A-F
didalam pemrogaman web kombinasi angka ini digunakan untuk menuliskan kombinasi warna dalam CSS, contohnya :

  • FF9900 untuk warna orange
  • 33FF00 untuk warna hijau
  • cccccc untuk warna abu abu

Untuk mengisikan angka hexadesimal dalam sebuah variabel anda bisa menggunakan awalan huruf “0x” sebelum angka yang diinputkan, karakter 0x akan menginformasikan ke PHP bahwa angka yang ditulis setelahnya adalah angka hexadasimal.

Sebagai contoh kita akan menuliskan angka desimal 90 berupa hexadesimal yaitu 5A, untuk tools konversi anda dapat menggunakan : https://www.binaryhexconverter.com/decimal-to-hex-converter

nah untuk menuliskan angka hexadesimal agar bisa dibaca sebagai desimal anda perlu menuliskan 0x5A, perhatikan skrip dibawah ini :

Hasilnya :

Keterangan :

  • pada Line 3 kita menuliskan 0x5A yang akan dikonversi oleh PHP dan menampilkan angka 90 desimal.

 

  • Menuliskan Angka Oktal dalam PHP

Bilangan oktal adalah bilangan yang terdiri dari 8 digit, yaitu karakter 0-7, dalam php untuk menuliskan bilangan oktal gunakan karakter “0” angka nol diawal angka.

Contohnya desimal 90 jika di oktal adalah 132, anda bisa menggunakan kalkulator desimal to oktal anda bisa menggunakan :  https://www.binaryhexconverter.com/decimal-to-octal-converter

contoh penulisan angka oktal di php perhatikan skrip dibawah ini :

Hasilnya :

 

  • Menuliskan biner dalam PHP

Bilangan biner dalam PHP terdiri dari 2 digit yaitu 0 dan 1, Bilangan biner biasanya juga disebut sebagai bilangan logika 1 (berarti benar) dan 0 (berarti salah), dalam php untuk menuliskan bilangan biner anda perlu menuliskan awalan 0b (angka 0 dan huruf b).

Contohnya semisal untuk bilangan desimal 90 dalam biner adalah 1011010, maka untuk menampilkannya skripnya adalah sebagai berikut :

Hasilnya :

 

 

 

Tipe Data Float

Tipe data float ini digunakan untuk menyimpan data yang memiliki desimal diakhir angka, Tipe data float ini digunakan untuk variabel yang akan berisi angka yang memiliki angka desimal (pecahan), seperti angka hasil pembagian, nilai yang memiliki desimal seperti nilai IPK, dan nilai angka yang tidak bisa disimpan dengan tipe data Integer.

Tipe float ini memiliki kesamaan dengan integer yang sama – sama dapat melakukan operasi aritmatika.

jangkauan nilai dari float lebih besar dari pada integer, pada umumnya adalah dari mulai 1.7 x 10^-308 sampai dengan 1.7^+308 dengan 15 digit keakuratan

Cara penulisan tipe data float di PHP, bisa menggunakan 2 cara yaitu :

  • menggunakan formal standart biasanya seperti 0.1, 0.10 dsb
  • menggunakan format scientific notation seperti 0.628E1 adalah sama dengan 0.628*10^1 atau 6.28

Untuk contoh penulisannya adalah sebagai berikut :

Hasilnya adalah :

 

 

Tipe Data String

Tipe data string adalah tipe data yang digunakan untuk menyimpan data berupa string, sederhananya tipe data string digunakan untuk menyimpan text seperti kalimat atau sebuah kata.

Karakter yang mendukung tipe data string adalah 256 karakter ASCII, untuk daftar dari karakter ASCII dapat anda lihat di : http://www.ascii-code.com

Tipe penulisan dari tipe data string ini dibagi menjadi 4 cara antara lain :

 

1. Penulisan Tipe data string dengan menggunakan single quoted

Penulisan dengan single quoted atau tanda petik satu ( ‘ ), anda bisa menuliskan kata atau kalimat diantara tanda petik satu pembuka dan penutup.

terdapat beberapa aturan dalam penulisan string dengan menggunakan single quoted, antara lain :

  • jika anda ingin menuliskan tanda petik satu diantara string, anda perlu menuliskan karakter backslash ( \ ) sebelum tanda petik tersebut, hal tersebut dilakukan agar tanda petik satu tersebut tidak dianggap sebagai tanda petik sebagai penutup string.
  • jika didalam string anda ingin menuliskan karakter backslash ( \ ) anda perlu menuliskannya 2 kali
  • Karakter khusus tidak terbaca pada penulisan string dengan menggunakan tanda petik satu
  • anda tidak dapat menampilkan isi variabel jika menampilkan string dengan tanda petik satu.

sebagai contoh silahkan perhatikan skrip dibawah ini :

Hasilnya adalah :

Keterangan :

  • Pada line ke 3 kita perlu menambahkan karakter backslash ( \ ) karena kita ingin menampilkan tanda petik tunggal diantara string.
  • Pada line 4 kita perlu menuliskan 2 kali backslash ( \\ ) jika ingin menampilkan karakter backslash diantara string
  • Pada line 5 walaupun kita menuliskan special karakter \n tetapi tidak berfungsi di dalam penulisan string dengan single quoted
  • Pada line 6 kita mencoba untuk menuliskan variabel $contoh_string_1 tetapi tidak bisa menampilkan isi dari variabel karena kita menggunakan single quoted

 

2. Penulisan Tipe Data String dengan menggunakan Double Quoted

Cara kedua ini anda bisa menuliskan tipe data string dengan menggunakan Double Qouted atau tanda petik dua ( ” ), beberapa hal yang menjadi perbedaan dengan cara pertama adalah :

  • Special karakter akan berfungsi dengan menggunakan Double Qouted, tetapi berfungsi jika ditampilkan dalam bentuk file atau text, jika ditampilkan di browser tidak akan tampil hasilnya
  • anda dapat menampilkan isi dari variabel, dengan menuliskan nama variabelnya diantara string yang anda tulis.

Contohnya adalah sebagai berikut :

Hasilnya :

Keterangan :

  • Pada line 3 kita menuliskan double qouted maka kita perlu menuliskan karakter backslash diawal ( \ )
  • Pada line 5 kita menuliskan special character \n pada bagian browser tidak terlihat, tapi saat kita mengaksesnya pada bagian dari command line, di bagian itu akan pindah baris.
  • Pada line 6 kita menuliskan variabel diantara string yang, sehingga pada string menampilkan isi dari variabel yang kita tulis.

 

3.Penulisan tipe data string dengan menggunakan Heredoc

Cara ketiga adalah menuliskan tipe data string dengan menggunakan Heredoc, penulisan string diawali oleh karakter “<<<” dan diikuti dengan karakter  penanda akhir string.

Untuk karakter penanda akhir string ini terserah yang penting karakter ini tidak termasuk dalam karakter yang ingin ditampilkan diantara string, setelah itu string akan diakhiri oleh karakter yang telah dideklarasikan sebagai penutup akhir string, dan karakter titik koma ( ; )

Contohnya adalah sebagai berikut :

Hasilnya :

Keterangan :

  • dalam contoh diatas kita menggunakan akhiran string finish, karena itu setelah tanda <<< kita tuliskan finish, dan sebagai penutup kita gunakan finish;
  • dengan cara ini anda dapat menampilkan isi dari variabel dengan menuliskan nama variabel diantara string

 

4. Penulisan tipe data string dengan menggunakan Nowdoc

Penulisan dengan cara ini memiliki konsep yang sama dengan Heredoc, perbedaannya adalah jika menggunakan Nowdoc ini kita menggunakan tanda petik satu ( ‘ ) single quoted string.

contohnya adalah seperti berikut ini :

Hasilnya :

Keterangan :

  • pada awalan dari <<< ‘finish’ kita menambahkan tanda petik ‘ (single quoted), kekurangan cara ini adalah tidak bisa menampilkan isi variabel ketika kita menuliskan nama variabel diantara string.

 

 

Tipe Data Boolean

Tipe data boolean ini memiliki 2 nilai yaitu true, atau false, anda bisa menuliskan true, false ataupun TRUE, FALSE (bisa menggunakan huruf kecil ataupun huruf besar).

tipe data boolean ini biasanya digunakan pada statement operasi logika, seperti if, dan juga sebagai pembanding dalam perulangan (looping)

untuk contoh dari tipe data boolen, perhatikan skrip dibawah ini :

Hasilnya adalah :

Keterangan :

  • Line 2 & 3 kita deklarasikan nilai_a adalah TRUE, dan nilai_b adalah FALSE
  • Pada Line 4 kita lakukan pengecekan pada variabel $nilai_a, dengan menggunakan perintah if, nah karena nilai dari variabel $nilai_a adalah TRUE maka akan menampilkan tulisan “Nilai_a ini bernilai TRUE”.
  • Pada Line 13 kita lakukan pengecekan pada variabel $nilai_b, dengan menggunakan perintah if, nah karena nilai dari variabel $nilai_b adalah FALSE maka akan menampilkan tulisan “Nilai_b ini bernilai FALSE”.
  • Pada Line 22 kita menampilkan isi dari variabel $nilai_a, karena nilai dari variabel $nilai_a adalah TRUE, sehingga menampilkan tulisan 1.
  • Pada Line 23 kita menampilkan isi dari variabel $nilai_b, karena nilai dari variabel $nilai_b adalah FALSE, sehingga tidak menampilkan value apapun.

 

 

Tipe Data Object

Tipe data jenis ini digunakan untuk membuat sebuah objek, yang akan menggunakan kerangka class yang telah dibuat sebelumnya, jadi nanti ketika anda belajar mengenai class di PHP, untuk menggunakan kerangka class yang telah dibuat, anda perlu membuat object, untuk contohnya adalah sebagai berikut :

Hasilnya :

Keterangan :

  • Pada line 20 kita membuat object dengan nama $bmw dengan class mobil, sehingga pada Line 21 kita dapat mengakses fungsi maju() pada class mobil dengan menggunakan perintah $bmw->maju();

 

baik sekian dulu teman – teman pembahasan mengenai penggunaan tipe data di php, anda bisa menyesuaikan tipe data mana yang anda gunakan untuk menyimpan value pada variabel yang anda buat, jika ada yang ingin didiskusikan silahkan di kolom komentar.

4 thoughts to “Tutorial Belajar PHP Part 10 – Mengenal Tipe data di PHP”

    1. pada saat nanti kita belajar OOP, tipe data object sangatlah diperlukan mas, untuk representasi dari penggunaan class,dengan menggunakan tipe data object kita bisa mengakses fungsi di class yang sudah kita jadikan object

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *